Yang menarik, Adi mengatakan bahwa tambahan kebutuhan delapan juta tenaga profesional TI itu akan sulit dipenuhi. “Sulit dicapai dengan laju kelulusan pendidikan di seluruh dunia sekarang. Ini karena pertumbuhan data yang sangat eksplosif,” kata Adi.
Adi mengatakan, berdasarkan laporan IDC, pada tahun 2020 jumlah data yang ada di seluruh dunia diprediksikan akan tumbuh mencapai 44 zetabyte (satu zetabyte memiliki 21 nol). Angka ini meningkat 10x dibandingkan tahun 2013. “Jumlah itu setara dengan duapertiga jarak bumi ke bulan,” kata Adi.
Bila dibagi per kapasitas, jelas Adi lagi, pada tahun 2013 satu orang profesional TI menangani 230GB data. Namun di tahun 2020 nanti, per profesional TI akan mendapatkan 1230GB data. Luar biasa bukan?
Ledakan data yang terus terjadi itu, menurut Adi, akan memunculkan jabatan baru dalam tataran profesi TI. “Kalau dulu ada yang namanya CIO (chief information officer), sekarang mungkin sudah ada CDO, yakni chief digital officer,” kata Adi. “Ada transformasi dari sumberdaya manusia di luar kelangkaannya,” tambah Adi.
Nah kamu yang mungkin masih kuliah atau pun yang sudah bekerja, silakan menyikapi tren kebutuhan tenaga profesional TI ini.
